Legenda Malin Kundang: Kisah Tragis yang Menjadi Warisan Budaya Indonesia

Legenda Malin Kundang
Legenda Malin Kundang

Legenda Malin Kundang


Alexpro.my.id - Indonesia kaya akan cerita rakyat yang menyimpan sejuta makna, dan salah satunya adalah Legenda Malin Kundang. Cerita ini bukan hanya sekadar dongeng, melainkan sebuah perwujudan nilai-nilai luhur, peringatan atas kesombongan, dan pengingat akan betapa pentingnya rasa syukur serta hormat terhadap orang tua.

Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas segala aspek yang berkaitan dengan Legenda Malin Kundang. Mulai dari sejarahnya, inti cerita, hingga pengaruh budaya yang masih terasa hingga hari ini. Mari kita selami perjalanan waktu, mengenang kisah tragis seorang anak durhaka yang akhirnya harus menanggung kutukan abadi.

Jejak Sejarah dan Pesan Moral


Legenda Malin Kundang berasal dari pesisir Sumatera Barat, tepatnya dari wilayah pantai Air Manis. Cerita ini telah mengakar kuat dalam budaya masyarakat Indonesia, khususnya di Minangkabau. Di balik kisah tragis yang menyentuh hati ini tersimpan pesan moral yang mendalam: rasa hormat kepada orang tua dan keharusan untuk selalu bersyukur atas segala karunia yang telah diberikan.

Kisah ini mengajarkan bahwa keberhasilan yang diperoleh tidak akan berarti jika tidak disertai dengan kerendahan hati dan penghargaan terhadap jasa orang tua. Kutukan yang menimpa Malin Kundang merupakan perwujudan keadilan alam, sebagai hukuman atas kesombongan dan ketidakpatuhan.
Dengan sentuhan bahasa yang puitis dan liris, cerita ini menyuarakan keabadian nilai-nilai tradisional yang telah teruji oleh waktu.

Sejarah dan Asal Usul Legenda Malin Kundang


Akar Cerita dari Pesona Pesisir Sumatera Barat

Asal usul Legenda Malin Kundang telah diceritakan turun-temurun melalui lisan masyarakat Minangkabau. Masyarakat yang hidup di dekat laut memiliki hubungan yang erat dengan alam, sehingga tidak heran jika mereka menciptakan cerita yang sarat dengan simbolisme alam dan kekuatan gaib. Dalam konteks sejarah, legenda ini muncul sebagai bentuk peringatan kepada generasi muda untuk tidak melupakan asal-usul dan tradisi leluhur.

Penafsiran Sejarah: Antara Fakta dan Mitos

Para sejarawan dan antropolog seringkali mempertanyakan kebenaran sejarah di balik kisah Malin Kundang. Beberapa penelitian menunjukkan adanya kesamaan antara legenda ini dengan cerita-cerita rakyat dari budaya lain di Asia Tenggara. Meski demikian, inti cerita tetap menyentuh nilai-nilai universal, seperti keadilan, ketaatan, dan penghormatan kepada orang tua.

Dalam penelitian modern, legenda ini dianggap sebagai refleksi dari dinamika sosial dan budaya masyarakat tradisional yang mulai terpengaruh oleh modernitas. Kisah Malin Kundang tidak hanya menggambarkan kutukan yang harus ditanggung oleh individu, tetapi juga menyoroti konflik antara nilai-nilai lama dan perubahan zaman.

Cerita Malin Kundang: Dari Harapan ke Kutukan


Lahirnya Seorang Pemuda: Awal Sebuah Perjalanan

Menurut legenda, seorang pemuda bernama Malin Kundang lahir dari keluarga sederhana. Sejak kecil, ia dikenal memiliki semangat juang dan impian besar untuk meraih kesuksesan di perantauan. Keberanian dan tekadnya mendorongnya untuk meninggalkan kampung halaman demi mencari kehidupan yang lebih baik di negeri seberang lautan.

Pencapaian dan Perubahan Hati

Setelah bertahun-tahun bekerja keras dan meraih kemakmuran, kisah Malin Kundang mulai berubah. Sukses yang diraih membawa perubahan dalam sikapnya. Lelah dengan kehidupan sederhana, Malin Kundang pun mulai melupakan akar budayanya dan menjauh dari nilai-nilai yang telah ditanamkan sejak kecil. Kesombongan dan keangkuhan mulai menghiasi setiap langkahnya. Ia merasa bahwa kesuksesan telah mengubah nasibnya dan membuatnya berbeda dari orang-orang biasa.

Kutukan Sang Ibu: Balasan atas Ketidakpatuhan

Momen paling menyayat hati dalam Legenda Malin Kundang terjadi saat sang ibu, yang selalu setia menunggu dan mendoakan kesuksesan anaknya, mendapati kenyataan pahit. Ketika Malin Kundang kembali ke kampung halamannya, ia enggan mengakui ibu yang telah merawatnya dengan sepenuh hati. Penolakan ini membuat sang ibu terpuruk dalam duka.

Dalam keputusasaan dan kemarahan, sang ibu mengutuk anaknya sehingga seluruh kehidupannya akan dihantui oleh kutukan yang tidak terelakkan. Kutukan itu kemudian mengubah Malin Kundang menjadi batu, sebagai peringatan abadi atas kesombongan dan pengingkaran terhadap orang tua.

Unsur Budaya dan Nilai Moral dalam Legenda Malin Kundang


Simbolisme Alam dan Kepercayaan Tradisional

Cerita Legenda Malin Kundang sarat dengan simbolisme alam. Laut, sebagai unsur utama dalam cerita ini, menggambarkan kekuatan alam yang tak terbendung serta keagungan Tuhan dalam menyeimbangkan kehidupan manusia. Ombak yang bergulung-gulung dan pantai yang sunyi merupakan saksi bisu dari kutukan yang menimpa Malin Kundang.

Dalam budaya Minangkabau, alam sering kali dianggap sebagai entitas yang hidup dan memiliki kehendak sendiri. Dengan demikian, kutukan yang melibatkan kekuatan laut mengandung makna bahwa alam tidak akan pernah mentolerir tindakan yang melanggar norma dan etika yang telah disepakati bersama.

Pesan Moral: Hormat kepada Orang Tua dan Kerendahan Hati

Salah satu pesan utama dalam kisah Malin Kundang adalah pentingnya rasa hormat terhadap orang tua. Dalam budaya Indonesia, terutama di kalangan masyarakat tradisional, penghormatan kepada orang tua merupakan nilai yang sangat dijunjung tinggi. Kisah ini mengingatkan bahwa kesuksesan duniawi tidak akan pernah seutuhnya berarti jika tidak disertai dengan kerendahan hati dan rasa syukur atas pengorbanan orang tua.

Dalam konteks ini, Malin Kundang menjadi simbol peringatan bahwa keberhasilan harus selalu diimbangi dengan kepekaan terhadap akar budaya dan tradisi. Melupakan atau mengingkari jasa orang tua tidak hanya menyakiti hati mereka, tetapi juga dapat membawa kehancuran diri yang tak terelakkan.

Konflik Antara Tradisi dan Modernitas

Kisah ini juga mencerminkan konflik yang sering terjadi antara nilai-nilai tradisional dan arus modernitas. Saat dunia berubah dengan cepat, nilai-nilai lama yang telah menjadi dasar kehidupan masyarakat sering kali terpinggirkan.

Legenda Malin Kundang mengajarkan bahwa meskipun modernitas menawarkan kemewahan dan kemajuan teknologi, akar budaya dan nilai-nilai moral harus tetap dipertahankan. Kesombongan dan pengingkaran terhadap tradisi hanya akan membawa malapetaka, seperti yang dialami oleh Malin Kundang.

Analisis Sejarah dan Interpretasi Modern


Studi Akademik Mengenai Legenda Malin Kundang

Banyak peneliti dan akademisi yang telah mengkaji kisah Malin Kundang dari berbagai perspektif. Beberapa penelitian menyoroti aspek sosiologis dan antropologis, di mana legenda ini dianggap sebagai cermin dari dinamika sosial masyarakat Minangkabau. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa cerita ini muncul sebagai respons terhadap perubahan sosial yang terjadi ketika masyarakat tradisional mulai terpapar budaya luar dan modernitas.

Interpretasi Simbolis dan Psikologis

Dari segi psikologis, Legenda Malin Kundang dapat diartikan sebagai manifestasi konflik batin antara ambisi pribadi dan tanggung jawab moral. Malin Kundang, yang awalnya penuh harapan dan impian, akhirnya terjebak dalam dilema antara keinginan untuk sukses dan kewajiban untuk tetap menghormati asal-usul serta orang tua. Proses transformasi emosional ini menunjukkan betapa mudahnya manusia terjerumus dalam kesombongan ketika dipenuhi oleh rasa bangga atas pencapaian duniawi.

Relevansi Pesan Moral di Era Modern

Di zaman modern seperti saat ini, pesan moral dalam Legenda Malin Kundang tetap relevan. Meskipun teknologi dan gaya hidup telah berubah, nilai-nilai dasar seperti penghormatan terhadap orang tua dan penghargaan terhadap tradisi masih menjadi fondasi penting dalam kehidupan sosial.

Artikel ini mengajak kita untuk merenungkan kembali arti keberhasilan yang sejati, yaitu keberhasilan yang tidak hanya diukur dari materi, tetapi juga dari sejauh mana seseorang menghargai dan mempertahankan nilai-nilai luhur.

Pengaruh Legenda Malin Kundang dalam Budaya Populer dan Seni


Inspirasi dalam Kesenian dan Sastra

Legenda Malin Kundang telah menjadi sumber inspirasi bagi banyak karya kesenian, mulai dari sastra, musik, hingga film. Berbagai karya seni yang dihasilkan mengangkat tema kutukan, pengorbanan, dan pertarungan antara kebaikan dan kejahatan. Dalam puisi, lagu, dan drama, kisah Malin Kundang sering kali dikemas dengan sentuhan emosional yang mendalam, sehingga mampu menyentuh hati penikmat seni dari berbagai generasi.

Representasi dalam Film dan Televisi

Tak sedikit adaptasi dari kisah Malin Kundang yang muncul dalam layar kaca maupun layar lebar. Film-film yang mengangkat legenda ini sering kali memadukan elemen sejarah dengan unsur mistis, menciptakan nuansa yang menegangkan namun penuh makna. Adegan-adegan dramatis yang menggambarkan perubahan wajah Malin Kundang dan kutukan yang menimpa dirinya selalu menjadi puncak emosional yang menarik perhatian penonton.

Peran dalam Penguatan Identitas Budaya

Dalam era globalisasi, Legenda Malin Kundang juga berperan penting dalam memperkuat identitas budaya Indonesia. Cerita ini mengajarkan bahwa setiap bangsa memiliki kekayaan cerita rakyat yang sarat dengan nilai moral dan filosofi hidup. Melalui legenda ini, generasi muda diingatkan untuk tidak melupakan akar budaya yang telah membentuk jati diri bangsa.

Kampanye Pariwisata dan Budaya

Beberapa daerah, khususnya di Sumatera Barat, memanfaatkan Legenda Malin Kundang sebagai daya tarik pariwisata. Pantai Air Manis, yang konon merupakan lokasi terjadinya kutukan, kini menjadi destinasi wisata yang menarik. Wisatawan yang datang tidak hanya ingin menikmati keindahan alam, tetapi juga ingin menyaksikan langsung tempat-tempat bersejarah yang menyimpan kisah legendaris tersebut. Pemerintah daerah pun telah mengadakan berbagai program budaya untuk melestarikan dan mengenalkan kembali kisah ini kepada masyarakat luas.

Perspektif Religius dan Spiritualitas dalam Legenda Malin Kundang


Nilai-Nilai Keimanan dan Takwa

Di balik kepercayaan dan mitos yang mengelilingi kisah Malin Kundang, terdapat nilai-nilai keimanan yang kuat.Kutukan yang dilontarkan oleh sang ibu dalam cerita ini dapat diartikan sebagai bentuk keadilan ilahi. Dalam banyak interpretasi, peristiwa tragis ini merupakan bentuk peringatan agar manusia senantiasa ingat bahwa segala sesuatu yang terjadi merupakan kehendak Tuhan.

Hubungan antara Takdir dan Usaha Manusia

Cerita ini juga menyoroti hubungan antara usaha manusia dan takdir. Malin Kundang, dengan segala keberhasilannya, tetap tidak mampu menghindari nasib yang telah digariskan oleh takdir. Hal ini mengajarkan bahwa dalam hidup, keberhasilan yang dicapai melalui kerja keras tidak serta merta menjamin kebahagiaan jika hati tidak diliputi oleh rasa syukur dan keimanan. Oleh karena itu, kisah Malin Kundang selalu diinterpretasikan sebagai pengingat bahwa manusia harus selalu menjaga keseimbangan antara usaha dan penerimaan atas apa yang telah ditentukan oleh Sang Pencipta.

Simbolisme Pengorbanan dan Doa

Dalam cerita ini, peran sang ibu sangat penting. Sosok ibu yang selalu setia menunggu dan mendoakan anaknya mencerminkan nilai pengorbanan tanpa pamrih. Doa yang terpancar dari setiap pengorbanan sang ibu menjadi simbol kekuatan spiritual yang melampaui batas-batas duniawi. Hal ini mengajarkan bahwa doa dan kasih sayang seorang ibu memiliki kekuatan yang luar biasa, bahkan mampu mengubah nasib seseorang.

Dampak Sosial dan Pembelajaran dari Legenda Malin Kundang


Peringatan atas Kesombongan dan Pengingkaran

Legenda Malin Kundang menyimpan pelajaran yang sangat mendalam bagi setiap individu. Di era modern ini, di mana ambisi dan kesuksesan sering kali menjadi ukuran utama, kisah Malin Kundang memberikan peringatan agar tidak terjebak dalam kesombongan. Keberhasilan yang dicapai harus selalu diimbangi dengan sikap rendah hati dan rasa hormat terhadap mereka yang telah memberikan dukungan dan kasih sayang, terutama orang tua.

Relevansi dalam Pendidikan Karakter

Dalam dunia pendidikan, kisah Malin Kundang kerap dijadikan sebagai bahan ajar untuk menanamkan nilai-nilai moral. Guru dan orang tua dapat menggunakan cerita ini untuk mengajarkan pentingnya integritas, rasa syukur, dan ketaatan kepada orang tua. Melalui legenda ini, anak-anak diajarkan bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi dan bahwa kejujuran serta rasa hormat adalah pondasi yang harus dijaga dalam kehidupan.

Penerapan Nilai Tradisional dalam Kehidupan Modern

Meskipun hidup di zaman yang serba modern, nilai-nilai yang terkandung dalam Legenda Malin Kundang tetap relevan. Kesederhanaan, kejujuran, dan penghormatan terhadap leluhur adalah nilai-nilai yang tak lekang oleh waktu. Kisah ini mengingatkan kita untuk selalu kembali pada akar budaya, agar dalam menghadapi tantangan zaman, kita tidak kehilangan identitas yang telah membentuk peradaban kita.

Perbandingan dengan Legenda Lain di Nusantara


Kisah-Kisah Rakyat yang Memiliki Tema Serupa

Legenda Malin Kundang memiliki kemiripan tema dengan beberapa cerita rakyat di nusantara, yang sama-sama mengandung unsur peringatan akan kesombongan dan pentingnya penghormatan terhadap orang tua. Misalnya, cerita mengenai Putri Mandalika di Lombok atau kisah Si Pahit Lidah yang juga mengajarkan tentang konsekuensi dari perbuatan yang tidak beretika. Perbandingan antar legenda ini menunjukkan bahwa masyarakat nusantara memiliki pandangan yang seragam tentang nilai-nilai moral.

Meski dikemas dengan latar belakang budaya yang berbeda-beda, inti pesan yang disampaikan tetap mengajarkan tentang keadilan, pengorbanan, dan kehormatan.
Uniknya Pendekatan Cerita dalam Setiap Daerah Setiap daerah memiliki cara tersendiri dalam menceritakan legenda. Di Sumatera Barat, kisah Malin Kundang disampaikan dengan bahasa yang penuh nuansa puitis dan liris, menggambarkan keindahan alam dan kekuatan emosi.

Di daerah lain, cerita serupa disampaikan dengan gaya yang berbeda, namun tetap mempertahankan inti pesan moral yang sama. Keanekaragaman ini menjadi kekayaan budaya yang patut untuk dilestarikan dan dijadikan sumber inspirasi bagi generasi penerus.

Pengaruh Legenda Malin Kundang dalam Literatur dan Media Digital


Transformasi Cerita dalam Era Digital

Dengan perkembangan teknologi informasi, Legenda Malin Kundang kini tidak hanya ditemukan dalam buku atau cerita lisan, tetapi juga merambah ke dunia digital. Blog, artikel online, dan media sosial telah menjadi sarana baru untuk menyebarkan cerita ini kepada khalayak yang lebih luas. Banyak penulis dan seniman digital yang mengambil inspirasi dari legenda ini untuk menciptakan karya-karya inovatif yang menggabungkan tradisi dan modernitas.

Penulisan Artikel SEO dan Konten Digital

Dalam dunia pemasaran digital, kisah Malin Kundang sering dijadikan topik untuk artikel SEO karena kaya akan unsur budaya dan nilai moral. Para penulis konten menggunakan teknik SEO untuk memastikan bahwa artikel mengenai legenda ini mudah ditemukan di mesin pencari.

Kata kunci seperti Legenda Malin Kundang, kisah Malin Kundang, dan cerita rakyat Indonesia sering kali digunakan secara strategis agar artikel dapat menarik perhatian pembaca dan meningkatkan trafik situs.

Peran Video dan Dokumenter

Selain tulisan, media visual seperti video dan dokumenter juga semakin populer dalam mengangkat cerita Malin Kundang. Banyak saluran YouTube dan platform streaming yang menampilkan cerita ini dengan visualisasi menarik, menggabungkan narasi sejarah dengan animasi atau rekaman lokasi asli di Pantai Air Manis. Hal ini tidak hanya meningkatkan kesadaran budaya, tetapi juga memberikan pengalaman yang mendalam bagi penonton untuk memahami konteks dan latar belakang cerita.

Refleksi dan Relevansi Pesan Moral di Zaman Kini


Menggali Makna di Balik Kutukan

Legenda Malin Kundang mengandung makna yang lebih dari sekadar cerita pengusiran atau kutukan. Kutukan yang menimpa Malin Kundang merupakan simbol bahwa setiap tindakan, baik atau buruk, akan selalu mendapatkan balasan. Dalam konteks kehidupan modern, hal ini mengajarkan kita untuk selalu berpikir matang sebelum mengambil keputusan dan untuk mempertimbangkan dampak dari setiap tindakan terhadap lingkungan sosial dan spiritual kita.

Tantangan Menjaga Tradisi di Era Globalisasi

Di tengah arus globalisasi yang membawa perubahan cepat, kisah Malin Kundang tetap menjadi pengingat agar tidak melupakan nilai-nilai tradisional. Modernitas memang menawarkan banyak kemudahan dan inovasi, tetapi tanpa akar budaya yang kuat, kemajuan tersebut dapat mengikis identitas kita sebagai bangsa. Oleh karena itu, menjaga dan melestarikan legenda ini menjadi tugas bersama, agar pesan moral yang terkandung di dalamnya terus hidup dan dapat dijadikan pedoman bagi generasi mendatang.

Peran Keluarga dalam Membentuk Karakter

Kisah ini juga menegaskan pentingnya peran keluarga sebagai pondasi pembentukan karakter. Pengorbanan dan kasih sayang seorang ibu yang digambarkan dalam Legenda Malin Kundang merupakan contoh teladan yang harus selalu dihargai. Dalam kehidupan modern yang serba cepat, sering kali nilai-nilai kekeluargaan terabaikan. Namun, legenda ini mengingatkan bahwa tanpa kehangatan dan dukungan keluarga, pencapaian duniawi akan terasa hampa dan sepi.

Kesimpulan


Legenda Malin Kundang adalah cermin dari keindahan dan kekayaan budaya Indonesia yang telah teruji oleh waktu. Dari kisah seorang pemuda yang penuh ambisi hingga tragedi yang menimpa akibat kesombongan, setiap elemen dalam cerita ini menyampaikan pesan moral yang mendalam.

Nilai-nilai penghormatan, kerendahan hati, dan kasih sayang antar generasi adalah pelajaran hidup yang tetap relevan di tengah zaman yang terus berubah. Kisah ini mengajak kita untuk merenungkan arti sebenarnya dari keberhasilan dan untuk tidak pernah melupakan akar budaya yang telah membentuk identitas kita sebagai bangsa.

Meski modernitas telah membawa banyak perubahan, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam legenda ini harus terus dijaga dan diteruskan, agar setiap individu dapat hidup dengan penuh kesadaran akan pentingnya rasa syukur dan penghargaan terhadap orang tua.

Pesan Penutup
Dalam menghadapi dunia yang terus berubah, Legenda Malin Kundang tetap berdiri kokoh sebagai simbol peringatan dan pengingat akan nilai-nilai dasar kehidupan.

Cerita ini mengajak kita untuk selalu mengutamakan rasa hormat dan syukur, terutama terhadap orang tua dan akar budaya yang telah membentuk jati diri bangsa.

Seperti ombak yang selalu kembali ke pantai, setiap tindakan kita akan kembali pada kita dengan segala konsekuensinya.

Marilah kita jadikan kisah ini sebagai cermin untuk merenungkan diri, memperkuat nilai-nilai kekeluargaan, dan menjaga keutuhan budaya Indonesia yang kaya akan tradisi dan sejarah.

Dalam dunia yang serba cepat dan modern, kisah seperti Legenda Malin Kundang memberikan kita pelajaran berharga: bahwa keberhasilan sejati tidak hanya diukur dari pencapaian materi, tetapi juga dari integritas, kerendahan hati, dan rasa syukur atas segala karunia yang telah kita terima.

Semoga dengan mengenal kembali cerita ini, kita semakin menghargai nilai-nilai yang telah diwariskan oleh leluhur dan mampu meneruskan tradisi tersebut kepada generasi yang akan datang.

Refleksi Akhir
Kita hidup di era di mana segala sesuatu bergerak sangat cepat, namun ada keindahan tersendiri dalam pelajaran yang ditinggalkan oleh kisah Malin Kundang.

Seperti benang merah yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini, legenda ini mengajarkan kita untuk tidak terjebak dalam kesombongan duniawi.

Keberhasilan yang sejati datang dari keseimbangan antara ambisi dan kerendahan hati, antara inovasi dan penghormatan terhadap tradisi.

Dengan mempelajari sejarah, makna, dan pengaruh dari Legenda Malin Kundang, kita tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang cerita rakyat, tetapi juga mendapatkan inspirasi untuk menjalani hidup dengan penuh makna.

Semoga kisah ini terus hidup dan menjadi pengingat abadi bagi kita semua bahwa setiap langkah yang kita ambil haruslah sejalan dengan nilai-nilai kebaikan, kejujuran, dan kasih sayang yang telah mengakar kuat dalam budaya kita.

Artikel di atas diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam dan komprehensif mengenai Legenda Malin Kundang.

Dengan menggabungkan unsur sejarah, budaya, dan pesan moral yang mendalam, artikel ini tidak hanya mengedukasi, tetapi juga menginspirasi pembaca untuk selalu menghargai warisan leluhur dan menerapkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga artikel ini dapat menjadi sumber referensi yang bermanfaat dan menambah kekayaan pengetahuan mengenai cerita rakyat Indonesia.

Teruslah menggali, belajar, dan menghargai setiap cerita yang mengandung sejarah dan makna, karena dari sanalah kita bisa menemukan jati diri sejati bangsa yang kaya akan budaya dan tradisi.

Dengan begitu, Legenda Malin Kundang bukan hanya sekadar cerita yang diceritakan dari generasi ke generasi, melainkan juga sebuah karya sastra yang penuh dengan pesan moral dan keindahan bahasa yang layak diapresiasi.

Jangan biarkan kisah ini hanya tersimpan dalam buku-buku sejarah, tetapi mari kita hidupkan kembali melalui diskusi, karya seni, dan penerapan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Selamat membaca dan semoga kisah ini menginspirasi langkah-langkah kecil Anda dalam menjalani kehidupan dengan penuh makna dan keikhlasan.

Akhir Kata
Di balik setiap legenda, terdapat pelajaran yang tak ternilai. Mari kita terus belajar dari masa lalu agar masa depan kita semakin cemerlang dengan nilai-nilai kebaikan yang abadi.

LihatTutupKomentar
Cancel